Panduan Modul Ajar
Cara Membuat Modul Ajar (RPP Deep Learning) Kurikulum Merdeka: 4 Langkah + Template
Membuat modul ajar sering terasa rumit karena istilahnya banyak. Padahal langkahnya hanya empat. Panduan ini menjelaskan setiap langkah dengan bahasa sederhana, lengkap dengan contoh dari modul ajar IPA Kelas 8 dan template Word yang bisa langsung diisi.
Modul Ajar, RPP, dan RPM: Apa Bedanya?
Ketiganya adalah dokumen rencana pembelajaran. RPP deep learning, RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), dan modul ajar pembelajaran mendalam adalah sebutan di lapangan untuk hal yang sama. Panduan 2025 membolehkan guru memakai RPP atau modul ajar, asalkan isinya memuat empat langkah pembelajaran mendalam.
Jadi Bapak/Ibu tidak perlu bingung soal nama dokumennya. Yang dinilai adalah isinya: apakah rencana itu mengenali murid, punya tujuan yang jelas, kegiatan yang bermakna, dan cara mengukur hasil belajar.
Apa Saja Langkah Membuat Modul Ajar?
Menurut Panduan Pembelajaran dan Asesmen Edisi Revisi 2025, modul ajar disusun dalam 4 langkah: 1) Identifikasi, 2) Desain Pembelajaran, 3) Pengalaman Belajar, dan 4) Asesmen. Tidak ada format baku dari pemerintah, jadi Bapak/Ibu boleh memakai format sekolah asalkan keempat langkah ini ada.
Sebelum mulai menulis, siapkan dulu empat hal ini:
- Mapel, kelas, dan topik yang akan diajarkan (misalnya IPA Kelas 8, topik Sistem Pencernaan).
- Capaian Pembelajaran (CP) untuk fase kelas tersebut. Kelas 7 sampai 9 SMP masuk Fase D.
- Alokasi waktu: berapa kali pertemuan dan berapa JP (jam pelajaran) tiap pertemuan.
- Catatan singkat tentang kondisi murid di kelas Bapak/Ibu.
Langkah 1. Identifikasi: Kenali Murid dan Materinya
Langkah pertama menjawab pertanyaan: siapa murid saya, dan seperti apa materinya? Isinya tiga bagian.
- Kesiapan murid. Tulis apa yang sudah dan belum dikuasai murid. Tulis sesuai kenyataan di kelas Bapak/Ibu, bukan tebakan.
- Karakteristik materi. Materi ini jenisnya apa (konsep, prosedur, atau keduanya), apa kesalahan pemahaman yang sering terjadi, dan apa kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.
- Dimensi profil lulusan. Pilih 2 sampai 4 dari 8 dimensi yang paling cocok dengan kegiatan: Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan, Komunikasi.
Contoh (IPA Kelas 8 · Sistem Pencernaan)
Kesiapan murid: Murid sudah mempelajari makanan dan nutrisi, dan sebagian sudah mengenal nama organ pencernaan dari kelas VI. Kemampuan membuat kesimpulan dari data percobaan masih beragam.
Profil lulusan: Penalaran Kritis, Kemandirian, Kesehatan, Kolaborasi.
Langkah 2. Desain Pembelajaran: Tentukan Tujuan dan Caranya
Mulailah dari Capaian Pembelajaran (CP) fase kelas Bapak/Ibu dan topik yang akan diajarkan. Pilih topik yang dekat dengan kehidupan murid, supaya mudah dikaitkan dengan pengalaman mereka.
Tujuan pembelajaran (TP) adalah kemampuan yang harus dikuasai murid setelah belajar. Tulis dengan kata kerja yang bisa diamati atau diukur, misalnya menjelaskan, membedakan, menghitung, merancang. Hindari kata memahami atau mengetahui, karena sulit diukur.
Setelah itu, tentukan kerangka pembelajaran, yaitu:
- Praktik pedagogis: model atau metode mengajar yang dipakai, misalnya penyelidikan atau proyek.
- Kemitraan pembelajaran: pihak yang dilibatkan, misalnya guru lain, orang tua, atau puskesmas.
- Lingkungan pembelajaran: tempat dan suasana belajar, di kelas atau di luar kelas.
- Pemanfaatan digital: alat digital yang membantu, misalnya video singkat atau kuis daring.
Tambahkan juga kaitan lintas disiplin ilmu bila ada: hubungkan topik dengan mapel lain supaya murid melihat ilmunya utuh, misalnya sistem pencernaan dengan PJOK (pola makan sehat).
Contoh (IPA Kelas 8 · Sistem Pencernaan)
Tujuan pembelajaran 1: Murid dapat mendeskripsikan fungsi masing-masing organ sistem pencernaan (mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar) berdasarkan pengamatan atau model.
Tujuan pembelajaran 2: Murid dapat membedakan proses pencernaan mekanis dan pencernaan kimia serta mengidentifikasi tempat terjadinya masing-masing di sepanjang saluran pencernaan.
Praktik pedagogis: Pembelajaran berbasis penyelidikan (inquiry learning) dengan dukungan demonstrasi dan analisis data.
Langkah 3. Pengalaman Belajar: Susun Kegiatan Tiap Pertemuan
Kegiatan di setiap pertemuan dibagi menjadi tiga tahap. Tulis perkiraan menit di setiap kegiatan supaya waktunya pas dengan jam pelajaran.
| Tahap | Apa yang dilakukan murid |
|---|---|
| Memahami | Mengenal konsep: pertanyaan pemantik, mengamati gambar atau benda nyata, diskusi awal. |
| Mengaplikasi | Memakai konsep: percobaan, memecahkan masalah, membuat karya. |
| Merefleksi | Menilai diri: apa yang sudah dipahami, apa yang masih bingung, apa yang akan dilakukan selanjutnya. |
Rancang kegiatannya supaya murid berkesadaran (tahu tujuan belajarnya), bermakna (terkait kehidupan nyata), dan menggembirakan.
Kalau format sekolah Bapak/Ibu masih memakai urutan kegiatan awal, inti, dan penutup, ketiga tahap tadi bisa dimasukkan ke sana: kegiatan awal berisi pemantik dan apersepsi (memahami), kegiatan inti berisi pendalaman konsep dan praktik (memahami dan mengaplikasi), dan penutup berisi refleksi serta umpan balik (merefleksi).
Contoh (IPA Kelas 8 · Sistem Pencernaan)
Memahami: (15 menit) Asesmen awal: guru tanya "Apa yang terjadi pada makanan saat kita mengunyah? Mengapa kita harus mengunyah?" Murid menjawab lisan atau catat di kertas; guru dengarkan miskonsepsi (misalnya semua pencernaan adalah mekanis).
Mengaplikasi: (45 menit) Penyelidikan sederhana: murid bekerja kelompok 4 orang merancang percobaan pengaruh zat kimia (asam atau enzim simulasi) pada makanan. Kelompok A-C: ubah variabel waktu atau jenis zat (air hangat vs asam lemon vs air kapur, atau roti utuh vs roti halus) dalam tabung kaca berisi makanan. Catat perubahan makanan setiap 2 menit (ukuran, warna, tekstur) dalam tabel cetak. Guru memandu langkah operasional dan keselamatan; murid mengamati detail perubahan makanan dengan ketelitian.
Merefleksi: (10 menit) Refleksi murid: tiap murid tulis 1-2 pertanyaan yang masih ingin dijawab atau 1 temuan penting dari pengamatan. Contoh: "Mengapa roti halus berubah lebih cepat?"
Langkah 4. Asesmen: Cek Apakah Tujuan Tercapai
Asesmen direncanakan sejak awal, bukan setelah mengajar. Ada tiga waktu asesmen, ditambah tindak lanjutnya:
- Asesmen awal: di awal pembelajaran, untuk mengetahui kesiapan murid.
- Asesmen proses (formatif): selama belajar, untuk memberi umpan balik.
- Asesmen akhir (sumatif): di akhir topik, untuk mengukur ketercapaian tujuan.
- Tindak lanjut: remedial untuk murid yang belum tuntas dan pengayaan untuk yang sudah tuntas.
Pastikan setiap asesmen mengukur tujuan pembelajaran yang sudah ditulis di langkah 2.
Contoh (IPA Kelas 8 · Sistem Pencernaan)
Asesmen awal: Teknik: Tanya lisan dan pengamatan respons murid di awal Pertemuan 1 (3-5 menit pengerjaan).
Asesmen akhir: Bentuk 1: Tes tulis (25 menit, akhir Pertemuan 2). Soal pilihan ganda 5 butir dan uraian 2 butir tentang: fungsi organ pencernaan (TP 1), perbedaan pencernaan mekanis dan kimia serta tempatnya (TP 2), analisis kasus sederhana pengaruh struktur pada fungsi pencernaan (TP 4).
Apa Bedanya dengan Modul Ajar Sebelumnya?
Bagi Bapak/Ibu yang sudah terbiasa dengan modul ajar Kurikulum Merdeka versi awal, ini perubahan yang paling terasa:
| Aspek | Modul ajar versi awal | Pembelajaran mendalam (2025) |
|---|---|---|
| Karakter yang dituju | Profil Pelajar Pancasila (6 dimensi) | Dimensi profil lulusan (8 dimensi) |
| Susunan dokumen | Informasi umum, komponen inti, lampiran | Identifikasi, desain pembelajaran, pengalaman belajar, asesmen |
| Alur kegiatan | Pendahuluan, inti, penutup | Memahami, mengaplikasi, merefleksi (berkesadaran, bermakna, menggembirakan) |
Modul ajar lama tidak perlu dibuang. Isinya bisa dipindahkan ke empat langkah di atas dan dilengkapi bagian yang belum ada, terutama identifikasi murid.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Tujuan pembelajaran tidak terukur, misalnya "Murid dapat memahami sistem pencernaan". Ganti dengan kata kerja seperti mendeskripsikan atau membedakan.
- Kesiapan murid disalin dari modul orang lain. Bagian ini harus menggambarkan kelas Bapak/Ibu sendiri.
- Asesmen tidak nyambung dengan tujuan. Setiap tujuan pembelajaran sebaiknya punya cara pengukurannya.
- Waktu kegiatan tidak dihitung, sehingga kegiatan tidak selesai dalam jam pelajaran.
- Kerangka pembelajaran dikosongkan. Kemitraan, lingkungan, dan pemanfaatan digital sering terlewat padahal bagian dari desain pembelajaran.
Template Modul Ajar Pembelajaran Mendalam (Word)
Template kosong berisi keempat langkah di atas beserta petunjuk singkat di setiap bagian. Unduh, buka di Microsoft Word atau Google Docs, lalu ganti tulisan di dalam kurung dengan isi modul Bapak/Ibu.
Lihat contoh modul ajar yang lengkap
Bapak/Ibu bisa melihat modul ajar lengkap untuk SD, SMP, dan SMA yang disusun dengan keempat langkah di atas. Di Soalin, modul ajar bisa disusun bagian demi bagian dengan bantuan AI, disunting, lalu diunduh sebagai DOCX atau PDF.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah RPP deep learning sama dengan RPM?
Sama. RPP deep learning, RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), dan modul ajar pembelajaran mendalam adalah sebutan di lapangan untuk dokumen yang sama: rencana pembelajaran yang disusun dengan empat langkah pembelajaran mendalam.
Apa bedanya RPP dan modul ajar?
Keduanya sama-sama dokumen rencana pembelajaran. Menurut Panduan Pembelajaran dan Asesmen Edisi Revisi 2025, guru boleh memakai RPP atau modul ajar. Yang penting, isinya memuat keempat langkah: identifikasi, desain pembelajaran, pengalaman belajar, dan asesmen.
Apakah ada format modul ajar yang wajib dari pemerintah?
Tidak ada format baku. Contoh resmi di lampiran Panduan 2025 untuk SD, SMP, dan SMA pun tata letaknya berbeda-beda. Bapak/Ibu bebas memakai format sekolah, asalkan unsur-unsurnya lengkap.
Apa yang dimaksud pembelajaran mendalam?
Pembelajaran mendalam adalah pendekatan yang dipakai dalam Panduan 2025. Pembelajarannya dirancang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, dan murid melewati tiga tahap: memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
Berapa pertemuan untuk satu modul ajar?
Tidak ada aturan pasti. Satu modul ajar biasanya untuk satu topik, misalnya 2 sampai 4 pertemuan. Sesuaikan dengan jumlah jam pelajaran (JP) mapel per minggu dan keluasan materinya.
Bolehkah memakai modul ajar buatan orang lain atau AI?
Boleh sebagai bahan awal, tetapi wajib disesuaikan. Bagian kesiapan murid, contoh kegiatan, dan asesmen harus cocok dengan kondisi kelas Bapak/Ibu sendiri, karena itu yang dinilai saat supervisi.
Sumber: Panduan Pembelajaran dan Asesmen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Edisi Revisi 2025 (BSKAP Kemendikdasmen). Contoh di halaman ini adalah hasil AI Soalin yang belum disunting guru.