Asesmen Awal Pembelajaran

Cara Membuat Soal Asesmen Diagnostik

Asesmen diagnostik membantu guru mengetahui kesiapan murid sebelum pembelajaran dimulai. Nilainya terletak pada tindak lanjut, bukan pada banyaknya pertanyaan atau angka yang dihasilkan.

Ditulis oleh Siroojuddin Apendi·17 Agustus 2026·Direview 17 Agustus 2026

Apa itu asesmen diagnostik?

Asesmen diagnostik adalah asesmen yang dilakukan untuk menemukan kesiapan, penguasaan prasyarat, dan kebutuhan belajar murid sebelum atau pada awal suatu pembelajaran. Dalam panduan terbaru, fungsi ini juga disebut asesmen awal.

Hasilnya digunakan untuk menyesuaikan strategi dan dukungan belajar. Karena tujuannya memetakan kebutuhan, asesmen sebaiknya ringkas, berfokus pada konsep esensial, dan tidak diperlakukan hanya sebagai tes untuk mengisi nilai.

Ciri soal diagnostik yang berguna

Mengukur prasyarat untuk tujuan pembelajaran berikutnya
Setiap kelompok butir memiliki tindak lanjut yang jelas
Kesulitan disusun bertahap agar letak hambatan terlihat
Jumlah soal cukup ringkas dan tidak menghabiskan waktu belajar
Kesalahan jawaban membantu mengenali miskonsepsi
Hasil tidak dipakai untuk memberi label tetap kepada murid

Langkah membuat asesmen diagnostik

1

Tentukan keputusan pembelajaran

Tegaskan apakah hasil akan dipakai untuk pengelompokan sementara, penguatan prasyarat, penyesuaian materi, atau dukungan individual.

2

Petakan kemampuan prasyarat

Pilih beberapa konsep yang benar-benar dibutuhkan untuk mempelajari tujuan berikutnya.

3

Susun butir bertingkat

Mulai dari prasyarat dasar lalu naik menuju kemampuan yang akan dipelajari agar letak kesulitan terlihat.

4

Siapkan kategori interpretasi

Kelompokkan pola jawaban berdasarkan kebutuhan tindak lanjut, bukan hanya total benar dan salah.

5

Rancang tindak lanjut

Siapkan penguatan, pembelajaran reguler, atau tantangan lanjutan sesuai bukti yang ditemukan.

Contoh soal diagnostik Matematika

Tujuan berikutnya adalah menjumlahkan pecahan berbeda penyebut. Guru dapat memetakan prasyarat melalui rangkaian singkat berikut:

  1. Tentukan pecahan yang mewakili tiga dari empat bagian sama besar.
  2. Manakah yang senilai dengan 1/2: 2/3, 2/4, 3/4, atau 4/6?
  3. Tentukan KPK dari 4 dan 6.
  4. Ubah 1/3 dan 1/4 menjadi pecahan dengan penyebut yang sama.

Urutan ini membantu membedakan masalah pemahaman pecahan, pecahan senilai, kelipatan, dan penyamaan penyebut. Satu skor total saja tidak menunjukkan letak hambatannya.

Contoh interpretasi dan tindak lanjut

TemuanTindak lanjut
Belum memahami makna pecahanGunakan benda konkret atau representasi gambar
Pecahan dipahami, KPK belum dikuasaiBerikan penguatan kelipatan sebelum penyebut berbeda
Seluruh prasyarat sudah dikuasaiLanjut ke materi utama atau tugas pengayaan

Bedakan soal akademik dan informasi kesejahteraan murid

Pertanyaan tentang kondisi emosi, keluarga, atau lingkungan belajar perlu disampaikan secara aman, proporsional, dan menjaga privasi. Jangan meminta informasi sensitif melalui tes akademik biasa.

Buat draf soal untuk pemetaan awal

Gunakan Soalin untuk membuat draf soal berdasarkan kelas, mata pelajaran, dan topik prasyarat. Guru tetap perlu menyusun urutan diagnostik, membaca pola jawaban, dan menentukan tindak lanjutnya.

Buat Draf Soal

Panduan Penyusunan Soal

Sumber rujukan