Panduan Penilaian

Cara Menghitung Nilai Soal Pilihan Ganda dan Esai Berdasarkan Bobot

Gunakan kalkulator untuk memperoleh nilai akhir secara otomatis, lalu pelajari cara menentukan skor, bobot, dan rubrik esai agar penilaian konsisten serta mudah dijelaskan.

Ditulis oleh Siroojuddin Apendi·18 Agustus 2026

Jawaban singkat

Nilai pilihan ganda diperoleh dari jumlah jawaban benar dibagi jumlah soal lalu dikali 100. Nilai esai diperoleh dari skor yang didapat dibagi skor maksimal lalu dikali 100. Jika keduanya mempunyai bobot berbeda, kalikan masing-masing nilai dengan bobotnya, kemudian jumlahkan.

Kalkulator Gratis

Kalkulator Nilai Pilihan Ganda dan Esai

Isi skor dan bobot. Nilai akhir dihitung otomatis dalam skala 0–100.

Pilihan Ganda
Esai
Jumlah bobot100%

Nilai PG

80

Kontribusi: 32

Nilai esai

50

Kontribusi: 30

Nilai akhir

62

Skala 0–100

Apa Perbedaan Skor, Nilai, dan Bobot?

Skor

Poin mentah yang diperoleh siswa, misalnya 16 jawaban benar atau 20 poin esai.

Nilai

Hasil konversi skor ke skala tertentu, umumnya skala 0–100.

Bobot

Besarnya kontribusi setiap bentuk soal terhadap nilai akhir.

Contohnya, siswa menjawab benar 16 dari 20 soal. Angka 16 adalah skor mentah, nilai pilihan gandanya adalah 80, sedangkan kontribusinya terhadap nilai akhir bergantung pada bobot pilihan ganda.

Cara Menghitung Nilai Pilihan Ganda

Jika seluruh soal pilihan ganda mempunyai skor yang sama dan tidak ada pengurangan untuk jawaban salah, gunakan rumus berikut:

NPG=jawaban benarjumlah soal×100N_{PG} = \frac{\text{jawaban benar}}{\text{jumlah soal}} \times 100

Misalnya siswa menjawab benar 24 dari 30 soal. Nilainya adalah:

2430×100=80\frac{24}{30} \times 100 = 80

Jika setiap butir memiliki bobot berbeda, jumlahkan skor yang diperoleh terlebih dahulu, lalu bagi dengan jumlah skor maksimal.

Cara Menghitung Nilai Pilihan Ganda dan Esai

Hitung nilai setiap bentuk soal secara terpisah. Setelah itu, kalikan dengan bobot masing-masing dan jumlahkan untuk mendapatkan nilai akhir.

NPG=BJ×100N_{PG} = \frac{B}{J} \times 100
NE=SSmax×100N_E = \frac{S}{S_{\max}} \times 100
NA=(NPG×wPG100)+(NE×wE100)N_A = \left(N_{PG} \times \frac{w_{PG}}{100}\right) + \left(N_E \times \frac{w_E}{100}\right)
  • B: jumlah jawaban PG benar
  • J: jumlah soal PG
  • S: skor esai yang diperoleh
  • S maks: skor maksimal esai
  • w PG: bobot pilihan ganda
  • w E: bobot esai

Bagaimana Cara Menentukan Bobot Soal?

Tidak ada satu komposisi bobot yang wajib digunakan untuk semua ujian. Tentukan bobot berdasarkan tujuan asesmen, cakupan materi, kompleksitas jawaban, waktu pengerjaan, dan tingkat berpikir yang diukur.

Mulai dari tujuan pembelajaran

Berikan porsi lebih besar pada kompetensi yang paling penting untuk dibuktikan siswa.

Pertimbangkan kompleksitas

Butir yang membutuhkan beberapa langkah, alasan, atau analisis dapat memperoleh skor lebih besar.

Periksa cakupan materi

Pilihan ganda sering mencakup lebih banyak materi, sedangkan esai mengukur kedalaman jawaban.

Pastikan total 100%

Bobot seluruh bentuk soal harus berjumlah 100% agar nilai akhir mudah dihitung dan diaudit.

Buat pedoman sebelum mengoreksi

Tentukan bobot dan rubrik sebelum melihat jawaban siswa untuk mengurangi penilaian yang berubah-ubah.

Contoh, bukan aturan baku

Bobot 40% untuk pilihan ganda dan 60% untuk esai cocok bila asesmen lebih menekankan penalaran tertulis. Untuk asesmen dengan cakupan materi luas, komposisinya dapat berbeda.

Cara Memberikan Skor pada Jawaban Esai

Gunakan rubrik agar jawaban siswa dinilai menggunakan kriteria yang sama. Berikut contoh rubrik analitik dengan skor maksimal 10 untuk satu soal esai:

KriteriaSkor maksimalIndikator
Ketepatan konsep4Konsep utama benar dan relevan dengan pertanyaan.
Proses atau langkah3Langkah penyelesaian logis dan dapat diikuti.
Alasan atau bukti2Kesimpulan didukung alasan, data, atau contoh.
Penyajian1Jawaban jelas, terstruktur, dan menggunakan istilah yang tepat.
Total10Sesuaikan indikator dengan tujuan soal.

Contoh Menghitung Nilai Berdasarkan Bobot

Contoh 1: 20 PG dan 4 esai

PG benar 16 dari 20 dengan bobot 40%. Skor esai 20 dari maksimal 40 dengan bobot 60%.

NPG=1620×100=80N_{PG} = \frac{16}{20} \times 100 = 80
NE=2040×100=50N_E = \frac{20}{40} \times 100 = 50
NA=(80×0,40)+(50×0,60)=62N_A = (80 \times 0{,}40) + (50 \times 0{,}60) = 62

Contoh 2: 30 PG dan 10 esai

PG benar 24 dari 30 dengan bobot 60%. Skor esai 42 dari maksimal 50 dengan bobot 40%.

NPG=2430×100=80N_{PG} = \frac{24}{30} \times 100 = 80
NE=4250×100=84N_E = \frac{42}{50} \times 100 = 84
NA=(80×0,60)+(84×0,40)=81,6N_A = (80 \times 0{,}60) + (84 \times 0{,}40) = 81{,}6

Contoh 3: Menentukan skor setiap butir

Pilihan ganda dialokasikan maksimal 40 poin dan terdiri dari 20 soal dengan bobot sama. Setiap jawaban benar bernilai:

40 poin20 soal=2 poin per soal\frac{40\ \text{poin}}{20\ \text{soal}} = 2\ \text{poin per soal}

Kesalahan yang Sering Terjadi

Langsung menjumlahkan skor mentah

Skor PG dan esai memiliki skala berbeda sehingga harus dikonversi sebelum diberi bobot.

Bobot tidak berjumlah 100%

Kesalahan ini membuat nilai akhir terlalu besar atau terlalu kecil.

Menyamakan semua skor esai

Setiap butir esai dapat memiliki kompleksitas dan skor maksimal berbeda.

Membuat rubrik setelah melihat jawaban

Kriteria yang dibuat belakangan lebih mudah berubah mengikuti jawaban tertentu.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah bobot esai harus lebih besar?+

Tidak. Bobot ditentukan oleh tujuan, cakupan materi, kompleksitas, dan tingkat berpikir yang diukur. Esai tidak otomatis harus lebih berat.

Bagaimana jika ujian hanya pilihan ganda?+

Gunakan jumlah jawaban benar dibagi jumlah soal kemudian kalikan 100. Bobot pilihan ganda dapat diisi 100% dan bobot esai 0% pada kalkulator.

Apakah jawaban salah perlu dikurangi?+

Tidak selalu. Gunakan pengurangan nilai hanya jika aturan asesmen menetapkannya dan aturan tersebut sudah disampaikan kepada siswa sebelum ujian.

Bagaimana membulatkan nilai akhir?+

Simpan hasil perhitungan asli terlebih dahulu. Jika sekolah meminta pembulatan, gunakan aturan yang konsisten untuk seluruh siswa, misalnya maksimal dua angka desimal.

Buat Soal Lengkap dengan Kunci Jawaban

Buat soal pilihan ganda, esai, atau campuran sesuai mata pelajaran dan kelas. Setelah selesai, periksa kembali hasilnya dan edit langsung jika ada bagian yang perlu diperbaiki.

Buat Soal Sekarang

Sumber rujukan

Prinsip pembobotan bentuk soal campuran mengacu pada materi Penilaian Hasil Belajar Kemendikdasmen yang mempertimbangkan cakupan materi dan kompleksitas jawaban.

Modul Penilaian Hasil Belajar — Kemendikdasmen

Panduan Penyusunan Soal